Kamis, 08 November 2012

Igil's Novel's

DUA DUNIA ANDROMEDA

Part 1 :
~Pukul 05.30 pagi~
“Suster, tolong berikan makanan dan obat-obatan ini kepada pasien nomor 771, biasanya dia sudah bangun jam segini.” Ucap dokter yang sedang mengontrol persiapan obat dan makanan untuk para pasien. “Baik, dok.” Jawab suster yang kemudian segera melaksanakan perintah dokter tersebut.
Satu tahun dilalui pihak RSJ dalam menghadapi pasien no. 771 cukup sulit, karena setiap malam pasien tersebut berteriak, menangis keras dan meronta-ronta. Ya, pasien no. 771 tersebut bernama Andromeda. Meskipun pada catatan dokter, kondisinya terus membaik selama dirawat di rumah sakit itu, ia masih terlihat menderita dan sedih.
Kamar andro terletak di paling pojok lantai tiga, nomor ruangan I149. Rumah sakit ini mempunyai 5 lantai dengan dua lantai UG(Under ground/bawah tanah) dilengkapi ‘Lift’ di tiap lantainya. Lantai UG pertama terdapat kamar mayat sementara, pasien yang meninggal dunia ditempatkan disana sebelum diambil oleh keluarga pasien. Lantai UG kedua digunakan sebagai tempat supply obat-obatan, makanan, dan alat-alat yang diperlukan pihak rumah sakit.
Lantai satu digunakan sebagai Front Office, Ruang medis (ruang dokter dan ruang perawat), ruang tamu, dan km/wc. Lantai dua dan tiga dengan kode lantai I, terdapat ruang-ruang tidur pasien golongan gaduh gelisah yang mendapat penanganan Intensive care, km/wc pasien dan ruang makan. Pada lantai empat dan lima dengan kode lantai T, terdapat ruang-ruang pasien golongan tenang yang mendapat penanganan intermediate care, juga km/wc pasien dan ruang makan.
Rumah sakit ini pula mempunyai halaman depan dan halaman belakang tempat bermain para pasien,  namun dikelilingi pagar tembok yang cukup tinggi dan dijaga sehingga mencegah pasien melarikan diri.
Seharian andro hanya termenung di halaman belakang, tampak hanya menikmati suasana. Hingga jam makan malam pun tiba, andro bangkit dari tempat duduk dan dituntun oleh perawat menuju ruang makan.
~Pukul 21.00~
Malam itu, untuk pertama kalinya andro terlihat sangat tenang diantara pasien lain yang gaduh. Herlina, seorang suster yang dipanggil ‘ibu’ oleh andro, diminta untuk menemaninya ke halaman depan, melihat langit kesukaannya. Kemudian ia dibujuk kembali kekamarnya untuk tidur. Andro dan ‘ibu’ terlihat semakin akrab sehingga ia hanya menuruti kata-kata suster tersebut. Kondisi andro secara drastis membaik dan ia tidak pernah meronta lagi tiap malam.
Apakah andro akan kembali normal???

Part 2 :
Herlina(32tahun), seorang yang berkepribadian lembut dan ramah, ia selalu tersenyum manis dalam menjalani pekerjaannya sebagai perawat. Ia pun sangat sabar menghadapi pasien-pasien yang jahil dan yang meronta-ronta, karena ia sangat paham kondisi pasien dan sekarang sudah 10 tahun bekerja di RSJ ‘Lekas Sembuh’ ini.
Semenjak andro mempercayai dan mulai memanggilnya ‘ibu’,  ia merasa sangat tersentuh dan ingin menjaga andro layaknya anak sendiri. Ia pun memohon kepada kepala rumah sakit agar menjadikannya sebagai perawat khusus pasien bernama andro. Awalnya permohonan itu ditolak, namun karena melihat keakraban mereka yang sangat erat  membuat kepala rumah sakit menyetujui permohonan itu.
Memiliki anak, adalah impiannya semenjak ia menikah. Namun kondisi sang suami tak memungkinkan ia mewujudkan impian. Sang suami yang sakit-sakitan membuatnya membiayai kehidupan mereka. Hingga saat suaminya meninggal dunia, ia bertahan dan memilih untuk tinggal sendiri di rumah kecilnya.
~pukul 05.35 pagi~
“Andro, bangun nak, udah pagi nih. Ayo, sekarang mandi dan sarapan, nanti ibu yang suapin.” Ucapnya dengan lembut membangunkan andro. “iya ibu, tapi saya juga mau dimandikan sama ibu, nggak mau sama yang lain, galak..” ujar andro manja. Ia hanya tersenyum dan kemudian memandikan andro.
Setelah sarapan, andro dibiarkan bermain di taman halaman belakang. Ia sangat suka melihat kupu-kupu, meloncat-loncat dan tertawa bersama serangga yang mempunyai sayap indah itu, ia terlihat sangat gembira.
Andro mulai menunjukkan perkembangan baik tiap minggunya, ia pun dipindahkan ke ruangan pasien golongan tenang yang terdapat di lantai 4, kamarnya di T150. Kendati demikian, andro masih sering menangis sedih sendiri tanpa sebab.
Malam hari, tiba-tiba andro berteriak ketakutan. Suasana sepi terpecah sesaat dengan kepanikan suster dan kegaduhan pasien lain yang terganggu karena teriakannya. Ia melihat sesosok gadis berambut ikal yang mengintip di kamarnya. Gadis itu berkata...
“Apakah kita boleh berteman???” Sebuah kalimat singkat diucapkan gadis itu sebelum berlari entah kemana...

Part 3 :
Tak lama kemudian, para suster sudah berada di kamar andro, tak terkecuali suster herlina. Mereka berusaha menenangkan andro yang terus menangis ketakutan. “Nak, ini ibu.. lihat mata ibu nak, kamu tidak usah takut..” herlina duduk di tempat tidur andro sambil menenangkannya dengan segala cara yang ia bisa. Andro pun mulai tenang dan tertidur lelap. Para suster terlihat lega dan kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing.
~pukul 01.00 dinihari~
Andro gelisah dan kepanasan sehingga terbangun dari mimpinya. Ia pun berjalan keluar kamarnya menuju taman belakang, kebetulan pintu akses kesana belum dikunci. Ia hanya termenung memikirkan sosok gadis tadi yang mengintipnya. Tiba-tiba gadis itu berdiri didepannya dan mengulurkan tangannya, ia agak terkejut.
“Namaku Ella, umurku 16 tahun. Nama kamu siapa?” ucap anak gadis ikal itu sambil tersenyum lebar, terlihat giginya banyak yang ompong. “Kata ‘ibu’, namaku andro, dan katanya aku berumur 22tahun.” Ia menjawab dengan rasa sedikit takut.
“Aku tinggal di kamar di samping kamarmu sebelum kamu dipindahin. Aku ingin kita jadi teman, boleh kan???” gadis itu menambahkan. “Mmmm, bo.. boleh...” ia pun mengulurkan tangannya dan merekapun berkenalan.
“Ayo kita main petak umpet, kamu yang jaga yah..” gadis itu memulai permainannya dengan andro yang sewaktu kecil tidak pernah menang bermain permainan ini. “1...6...3...1...7...10...!!! aku cari kamu sekarang..” seusai berhitung, ia lalu mencari ella disekitar taman, namun tak juga ia menemukan tanda-tanda keberadaan ella.
“Andro!!! Ngapain kamu disini tengah malam gini nak,, ayo kembali kekamar..” suster herlina yang sedari tadi mencarinya meraih tangannya dan membawanya kembali kekamar. “Tapi bu... teman andro... teman andro...” ucapnya merengek hingga sampai dikamarnya, ia pun menuruti saja kata suster dan kembali tidur.
Esok pagi, setelah mandi dan makan ia langsung menuju halaman belakang mencari temannya yang bermain dengannya malam itu. “Ella,,,kamu dimana...ayo kita main lagi...” ucapnya dengan nada agak keras sambil mencari kemana-mana. Ia lalu mendengar suara tangis dan teriakan sangat keras yang berasal dari lantai tiga. Itu suara ella...
Ia pun bergegas kesana melihat apa yang terjadi. Ketika ia sampai di kamar itu, ella berhenti menangis dan kemudian tersenyum lebar kepadanya. “Hehehe... tadi malam aku tertidur di bak sampah dan suster ini yang membawaku kesini..”
Andro hanya diam dan kemudian beranjak pergi lagi menuju halaman belakang. Ketika keluar dari pintu kamar, gadis itu berkata.. “Nanti kita main lagi yah.. kamu teman yang baik.. aku akan beritahu kamu sebuah tempat rahasia.. he...”

Part 4 :
~Pukul 00.00 tengah malam~
Andro terbangun lagi dari tidur lelapnya. Namun kali ini dibangunkan oleh ella. “Pssst... andro,, banguun... ayo kita main ke tempat rahasia.. cepetan...” bisik ella dari balik pintu. Ia akhirnya bangun dan mengikuti ella ke tempat ‘rahasia’.
Tempat itu sangat minim cahaya di malam hari, sumber cahaya hanya berasal dari tiga ventilasi ruangan itu. Hawa yang dingin sangat terasa menyengat karna terdapat banyak AC terpasang.
“Ini tempat rahasia kita.. ayo, kita main petak umpet disini..” ajak ella dengan nada merajuk. “Ah, jangan main itu lagi, aku tidak bisa... kita main yang lain aja..” katanya sambil menggigil karna kedinginan.
“Hmmmmmm... iya deh, bagaimana kalau kita main dansa pasangan.. nanti aku ajarin kamu caranya..” merekapun berdansa, dan andro terkagum melihat ella yang sangat mahir menari. Ia ingin mengikuti gerakan ella, tapi ia selalu terjatuh karna memang tidak tau caranya. Melihat andro yang terus terjatuh, ella tak bisa berhenti tertawa. Mereka akhirnya tertawa bersama, keakraban mereka semakin erat.
“Aku mulai suka padamu, kamu orang yang lucu dan baik. Ayo kita kembali kekamar masing-masing, sebelum kita ketahuan suster disini..” ujar ella sambil merangkul andro. Mereka berjalan diam-diam menuju kamar mereka, takut ketahuan. Pukul 01.30 andro sudah tidur terlelap lagi. Sementara di kamar ella, lampu kamar masih menyala dan ia hanya duduk di pojokan kamar dengan posisi kedua kaki ditekuk keatas dan kepala merunduk, ia terus tertawa lirih hingga tertidur.
Tiap tengah malam mereka bermain di tempat rahasia, namun pada hari minggu malam itu, andro pergi sendirian ke tempat itu karna kondisi ella sedang kritis. Penyakit schizophrenia yang dideritanya kambuh lagi sehingga ia perlu perawatan dan pengawasan ketat. Andro sekarang sudah bisa mengenali dan mengingat tempat, ia juga sudah lancar membaca.
~pukul 22.00~
Andro baru menyadari kalau tempat ‘rahasia’ yang selama ini ia kunjungi berada di lantai UG paling bawah, setelah ia berjalan mengikuti ingatannya melalui jalan yang ia lewati sebelumnya. Ia kemudian masuk ke ruangan dingin tersebut, menyalakan lampu dan melihat-lihat objek disekitaran ruangan.
Masih menyusuri ruangan, ia menemukan banyak laci besi berukuran cukup besar dan berjumlah banyak tersusun disana. Ia membuka satu persatu laci itu, dan ketika ia membuka laci ke-6, ia melihat tas kantung berwarna kuning. Penasaran, dibukalah risleting kantung itu dan betapa kagetnya ia ketika melihat jasad manusia yang sudah mati. Tanpa menutup laci dan mematikan lampu, ia berlari dengan wajah panik. Dan ia pun tersandung di tangga, kepalanya terbentur cukup keras dan ia pingsan. Tempat ‘rahasia’ andro dan ella ternyata adalah kamar mayat...

Part 5 :
~Hari kamis, 29 Desember 2013, Pukul 09.30 pagi~
“Andro,,, nak, kamu baik-baik saja kan? Ibu sangat mengkhawatirkanmu.. tadi malam ibu menemukanmu pingsan di tangga lantai tiga, kepalamu berdarah..  ibu langsung membawamu keruang rawat ini. Kamu ngerti ucapan ibu kan?” suster herlina terus mengajak andro berbicara, berharap ia tak apa-apa.
“Ibu??? Kamu siapa? Kamu bukan ibuku. Dimana aku??” tanya andro ketika mulai sadar dan  berbicara.
Deggg... Suster herlina kaget mendengar perkataan itu. Ia merasa sangat sedih dan menyadari kalau ia memang bukan sosok ibu bagi andro. Ia hanya mencoba tersenyum sekuat tenaga, tak ingin terlihat bersedih dihadapan andro.
“Kamu sedang berada di rumah sakit jiwa, kami yang merawatmu disini. Dan sekarang kelihatannya kamu sudah sembuh.. maaf ya tadi suster salah ngomong..” jawab suster herlina yang berusaha menahan rasa sedih.
“Sebelumnya aku mohon maaf, tidak ada maksud untuk menyakiti perasaan ibu suster.. tadi malam aku bermimpi seorang tua datang padaku dan seolah memberikan cahaya ke kepalaku. Dan ketika terbangun, aku merasa ingatanku kembali normal. Namaku andromeda, nama ibuku Shinta Nurwulan dan ayahku bernama Reza Fahrezy. Aku juga pernah mempunyai sahabat yang bernama pluto dan terakhir kali aku ingat, aku adalah mahasiswa jurusan antariksa di universitas Antah Berantah.”
Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari andro, para dokter dan tak terkecuali suster herlina memahami kondisi pasien sudah sembuh dan sudah bisa dikembalikan ke keluarganya. Pihak rumah sakit langsung menghubungi keluarga pasien, memberikan kabar gembira dan memberitahukan bahwa pasien sudah bisa dijemput pulang.
Beberapa jam kemudian, setelah berkeliling melihat-lihat, andro menuju kamarnya kembali. Ia mengemasi barang-barang yang dikirim orangtuanya sejak ia tinggal disini, dan sedikit obat-obatan dari dokter untuk jaga-jaga. Sedang asik mengemas, ia melihat seorang gadis yang menatapnya dari pintu kamar dan kemudian berlari entah kemana. Ternyata gadis itu meninggalkan secarik kertas untuk andro. Ia lalu mengambil kertas itu dan membaca tulisan... “Tengah malam nanti, temui aku di tempat ‘rahasia’ kita.”
Dan pada malam tahun baru, Andro menghilang...!!!

Part 6 :
~01 Januari 2014, pukul 01.01 dinihari~
“Syaa laa laaa... syalalaaa laa laa la la la laaa......” suara merdu terdengar oleh andro di sepanjang jalan lantai UG. Ia terus mencari-cari asal suara itu, sepertinya ia kenal. Ya, suara itu tak lain adalah suara ella, yang terus bersenandung sambil menari dengan indahnya di tempat yang sering ia kunjungi bersama andro.
Ella memang sangat berbakat dalam menari. Wajar, karena kedua orangtuanya adalah pasangan penari profesional yang terkenal hingga mancanegara. Ia suka bercanda gurau bersama mama dan papa nya, ia pun suka berdansa bertiga dengan mereka. Namun, itu hal yang sangat langka bagi ella, karena orangtuanya selalu sibuk di luar negeri untuk memenuhi profesionalitas mereka. Ella sangat rindu dan sayang kepada mereka, tapi yang ada ia selalu ditinggal sendiri di rumah bersama pembantu.
Sejak kecil ia sering menyendiri di sudut kamarnya. Kalaupun bermain, ia hanya bermain sendiri di hutan tak jauh dari belakang rumahnya. Ia sempat berfikir, bagaimana caranya agar ia bisa selalu bersama mama dan papa nya yang ia sayang. Berhari-hari ia menghilang dari rumah, sampai akhirnya sang pembantu menemukannya di tengah hutan, tergeletak di tanah dengan banyak luka gores dan kepalanya berdarah.
Ella pun segera dibawa ke dokter untuk diperiksa. Dan pembantu itu terkejut mendengar vonis dokter yang mengatakan bahwa Ella mengalami schizophrenia tingkat parah, namun setelah diberi kabar, kedua orangtuanya meminta ia agar dirawat dirumah saja.
Setelah 1 bulan dirawat dirumah, ella sangat senang ketika melihat mama dan papa nya kembali dari Italia. Ia lalu memeluk mereka dan tak mau melepaskan pelukannya, karna takut mereka akan pergi lagi. Namun memang benar, mereka datang hanya ingin melihat keadaan anaknya itu dan berencana berangkat ke Spanyol besok paginya.
Pagi itu... mama dan papa ella sengaja bangun pagi-pagi sekali agar bisa membuatkan sarapan omelet cinta kesukaan ella, dan kemudian mandi untuk bergegas berangkat. Setelah membuatkan sarapan, mereka berendam bersama di bak mandi air panas yang cukup besar.
 10 menit kemudian, mereka berteriak kesakitan di dalam kamar mandi. Ella mengaliri setrum tegangan tinggi yang berasal dari penghangat air melalui kabel yang tersembunyi didalam bak mandi. Mereka berdua tewas mengenaskan di dalam bak mandi dan listrik rumah seketika padam. Ella kemudian menaruh mereka ke tempat tidur, memakaikan baju dansa mama dan papa nya, memakai pakaian favoritnya dan memeluk mereka hingga tertidur pulas. Sejak kejadian tragis itu, ella segera ditempatkan di RSJ ‘Lekas Sembuh’, cukup jauh dari rumahnya. Dan kedua orangtua yang sangat mencintainya, telah disemayamkan berdampingan di belakang rumah mereka.
Di malam pergantian tahun, suasana sangat ramai penuh dengan petasan dan kembang api berwarna warni di sepanjang jalan kota bandung. Tak terkecuali di RSJ, para pasien tampak senang bermain kembang api didampingi para dokter dan suster yang juga ikut bersenang-senang.
Namun suster herlina dan suster desi tak ikut bersenang-senang. Mereka terus mencari andro dan ella yang menghilang semenjak lima menit sebelum tengah malam. Mereka mencari kemana-mana, sama sekali tak terfikirkan untuk mencari di kamar mayat.
Di tempat lain, andro sedang berjalan di lantai UG menuju tempat yang dijanjikan. Suasana sangat gelap, lebih gelap dari biasanya. Perasaan andro mulai tidak enak, merinding, rasanya tidak ingin kesana. Namum ia tetap memberanikan diri karena penasaran.

Part 7 (Final part) :
“Andro........ Ella...... kalian dimana........ keluarlah, jangan buat kami khawatir...” suster desi terus memanggil, sementara suster herlina menangis karena terlalu khawatir dengan ‘anak sementara’ nya.
Andro bersembunyi didalam peti kayu, tempat pembuangan sisa alat-alat medis. “Maafkan andro, suster... nanti aku akan menjelaskan semuanya dan mengaku salah pagi nanti..” gumamnya dalam hati. Lelah mencari, kedua suster itu pun kembali ke front office untuk memberitahukan dokter bahwa mereka tak ditemukan di lantai UG.
Setelah merasa sudah aman, andro keluar dari peti kayu yang berbau obat-obatan yang sangat menyengat itu. Tiba-tiba terdengar lagi senandung yang dinyanyikan ella, tapi kali ini diselingi suara tangisan lirih. Dan “Kyaaaaaaaaaaa............” terdengar teriakan sangat keras hingga membuat telinga andro sangat perih dan mengeluarkan darah.
Ia pun berlari sekencang-kencangnya, mencari sumber suara itu. Tiba di lorong kamar mayat, ia mendengar bisikan dari belakang yang memanggilnya. Kemudian ia berbalik badan dan melihat ella dengan kepala dan sekujur tubuhnya yang berdarah berlari kearahnya. Ia pun berlari ketakutan, dan ella terus mengejarnya. “Toloooong... suster... siapapun... tolong saya...” teriak andro yang terus berlari sambil meminta pertolongan, namun tak ada siapapun yang mendengarnya.
Kelelahan karena berlari, andro berhenti didepan pintu kamar mayat yang satu-satunya terbuka di lorong itu. Ia mengira ella tak mungkin menemukannya. Namun tiba-tiba ia sangat terkejut melihat ella berlari kencang kearahnya. Tak sempat menghindar, ella sudah sangat dekat dengannya dan langsung mendorongnya kedalam kamar mayat.
Tak disangka, diantara pintu ada seutas kabel yang menyandung kaki andro. Lantainya pun ditanami paku yang cukup panjang. Tak sempat melakukan apapun, andro terjatuh bebas ke lantai dan matanya tertusuk paku hingga tertembus ke kepalanya. Saat itu juga andro tewas.
Ella kembali bersenandung sambil mengangkat andro dan membawanya ke laci penyimpanan mayat. Setelah mengambil gunting di tempat alat otopsi, lalu ia memasukkan andro ke tas kantung mayat dan ia pun masuk kedalam tas itu, menutup risleting tas dan memeluk andro dengan erat. Lalu ia menikam jantungnya dengan gunting yang ia pegang. Darah terus mengalir, namun Ella tetap tersenyum dan melihat wajah andro untuk yang terakhir kalinya. Dan akhirnya ia pun tewas.
Ella anak yang malang, menjalani hidupnya dengan kesepian hingga akhir hidupnya. Ia membunuh kedua orang tuanya dan andro karena ia sangat sayang pada mereka. Tak seperti manusia pada umumnya yang berfikir bahwa ketika orang mati, akan meninggalkan kita selamanya, ella meyakini bahwa orang yang mati olehnya akan terus abadi bersamanya selamanya. Ia juga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya agar bisa bersama orang yang ia sayang selamanya.
~Tanggal 01 januari 2014, pukul 06.00 pagi~
Seorang tukang bersih-bersih berlari menuju front office, memberitahukan apa yang ia lihat di kamar mayat. Dengan segera para dokter dan suster berlari kesana dengan perasaan panik. Sampai disana, mereka ditunjukkan ke lantai yang berdarah dan sebuah laci mayat yang terbuka. Betapa kagetnya mereka ketika membuka risleting tas kantung mayat dan melihat jasad ella yang memeluk jasad andro.
Suster herlina tak percaya dengan apa yang ia lihat. Sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tak tau harus berbuat apa, hanya bisa menangis. Kemudian kedua jenazah dipisah dan diurus sebagaimana mestinya.
~Pukul 14.00 siang~
Keluarga andro datang. Mereka berjalan dengan tergesa setelah mendengar kabar terbaru dari pihak rumah sakit. Ibu andro memarahi dan menyalahkan pak Priyadi selaku kepala rumah sakit. Pak Priyadi memohon maaf dan bersedia bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan meminta kepada pihak keluarga agar bersabar dan tabah.
Dunia yang penuh cerita dan misteri. Banyak akan kejadian yang tak disangka dan diluar nalar, dan drama kehidupan yang mengharukan.
Semua hanya ada disini, di Dunia Andromeda...
~TAMAT~

Igil's Novel's

DUNIA ANDROMEDA

Part 1 :

Andromeda, sebuah nama yang diberikan pada bayi laki-laki bungsu yang tampan oleh ayahnya karena kekaguman dan ketertarikannya pada antariksa dan seisinya. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana tak jauh dari laut. Maklum, karena mereka bertempat di wilayah timur Indonesia, Kota Sorong di papua.
Andro mempunyai kepintaran diatas rata-rata anak seumurannya, namun semenjak kecil ia sering melihat hal-hal buruk yang membuatnya tiba-tiba menangis keras. Orang tua andro kecil sudah pernah membawanya ke dokter bahkan ustadz, namun andro kecil tak kunjung sembuh. Kedua orang tua andro kecil hanya pasrah atas yang terjadi pada anak bungsu dari dua bersaudara tersebut.
Keadaan andro sekarang sudah lumayan membaik dengan sendirinya dan hanya sesekali mengalami kelainan tersebut.
~Di sekolah~
Pengumuman kelulusan SMA membuat seluruh siswa gembira bercampur bahagia, begitupun Andromeda, seorang siswa pendiam namun selalu mendapat peringkat terbaik sampai saat lulus di SMA “Palung Prestasi”, bersama sahabat baiknya bernama Pluto yang lumayan nakal dan kebetulan lulus meski dengan nilai pas-pasan. Mereka berdua mengendap-endap keluar sekolah dan kabur demi menghindari kejahilan siswa lain yang saling menyiram oli bekas dan terigu.
“Habis ini mau kuliah dimana masbro??” tanya pluto sambil merangkul sahabatnya itu. “Rencananya sih mau lanjutin di Bandung, katanya disana ada Universitas yang cocok buat saya.” Jawab Andromeda dengan sedikit rasa ragu.
Pluto tampak tersenyum lebar sambil menepuk bahu andro. “ mantap masbro, gw juga kuliah di Bandung, ngikut ortu yg kerja didaerah sana juga.. hahaha...”
“Sip lah kalo gitu, entar lu kabar-kabarin aja mw kuliah di Univ mana, oke mas bro..” tambahnya.
“okok, tenang aja.. entar saya kabarin..” jawab andro sambil naik angkot yang berbeda jalur dengan angkot yang dinaiki pluto.
Masih dalam perjalanan, sambil mendengarkan lagu, andro melamun tentang kehidupan ketika menjadi mahasiswa nanti. “hmmm, kayaknya bakalan sibuk banget, nggak seperti sekarang yang masih bermain-main.” Pikirnya  sambil melihat kearah luar jendela.
Bersambung...

Part 2 :
Di hari keberangkatan yang cukup mengharukan, andro dibekali nasehat-nasehat dari kedua orangtuanya. Setelah merasa cukup memberikan nasehat, merekapun mengantar andro sampai ke batas lewat pengantar calon penumpang. “Laki-laki nggak boleh cengeng” ucap andro dalam hati ketika berjalan menuju pesawat bersama pluto. Pesawat pun berangkat.
Tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta, andro dan pluto kagum melihat-lihat bandara no.1 di Indonesia tersebut.
“Ah, capek nih jalan-jalan terus, lapar lagi.. cari makan dulu yuk, entar bapak gw jemput.” Pluto mengeluh sambil duduk di kursi ruang tunggu. Karena kasihan melihat pluto sedari tadi mengeluh, andro akhirnya menyetujui saran mencari makan itu.
Tak lama setelah makan, bapaknya pluto datang menjemput dan langsung saja mereka menuju kota bandung naik mobil pribadi yang dibawa bapaknya pluto. Tentu saja, andro dan pluto tertidur sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah yang berukuran sedang dua lantai di area perkotaan di bandung.
“Nah, ini rumah om. Jangan sungkan untuk main kesini nanti...” ujar bapaknya pluto sambil menyalakan televisi. Suasana di rumah itu memang sepi karena keluarga pluto memang belum pindah kesana, rencananya awal tahun baru mereka mulai menetap di bandung.
Malam hari, andro menelpon keluarganya memberi kabar kalau ia sampai dengan selamat di bandung dan esoknya mulai medaftar di Universitas Antah Berantah yang mempunyai jurusan Antariksa, impian andro ketika masih SMA, setelah itu langsung mecari kos kosan karena jarak kampus dengan rumah pluto sangat jauh, lagian andro merasa nggak enak numpang lama-lama disana.
Andro memberanikan diri mencari kos kosan sendiri, karna menurutnya itu bagian dari hidup mandiri. Dan ternyata, memang susah mencari kos kosan yang murah meriah di area strategis dekat kampus. Kelelahan, andro pun duduk di kursi di pangkalan ojek yang kelihatan lama tidak terpakai. Tiba-tiba ia melihat secarik kertas yang dijadikan brosur, ia mengambil dan membaca tulisan : “Disewakan kos kosan murah, air dan listrik lancar, langsung datang ke alamat jl.pinang II no.xx kecamatan sirih.”
Andro pun sangat lega karena merasa beruntung mendapatkan kos kosan murah disaat yang tepat. Tak menunggu lama lagi, andro langsung mencari alamat tersebut karna hari sudah mulai sore.
“Wah, ternyata lingkungannya agak desa dan tenang.” Ujar andro sambil bejalan memegang kertas itu. Lalu ia melihat papan iklan sederhana dengan isi tulisan sama dengan brosur yang ia pegang.
“Assalamu’alaikum... permisi... Bu... Pak... saya yang berminat ngontrak disini...” andro memanggil pemilik rumah dengan nada agak keras sambil memencet bel yang bunyinya terdengar seperti sudah kehabisan baterai.
“Walalaikum salam... sebentar dek...” Terdengar suara perempuan berjalan agak tergesa dari dalam rumah dan membukakan pintu.
Bersambung...

Part 3 :
“Maaf bu, kalau saya mengganggu. Apakah benar disini kos kosan murah? Hehehe..” tanya andro sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. “Oh, iya dek disini tempatnya, kamarnya ada di atas di lantai 2.” Jawab ibu itu yang sedari tadi tersenyum melihat tingkah andro yang kekanak-kanakan.
“Harga per bulan nya berapa bu? Saya sepertinya merasa cocok disini.” Andro menambahkan. “Tunggu sebentar ya dek.” Ibu itu melangkah menuju seorang perempuan yang kelihatan sangat tua yang duduk di kursi goyang, tampak mereka mendiskusikan sesuatu. “Sepertinya ia ibunya ibu itu..” gumam andro dalam hati.
Tak begitu lama menunggu, ibu itu berjalan menuju andro sambil tersenyum ramah. “Adek boleh tinggal disini, tidak usah bayar.. yang penting adek jaga kebersihan dan tidak berisik.” Entah apa yang didiskusikan mereka tadi, andro agak malu-malu menjawab. “Bener bu? Oke, besok pagi saya bawa barang-barang saya kesini, saya janji akan menjaga kebersihan dan tidak berisik disini..”
“Udah malam bu, saya mau pamit dulu.” Tambah andro hendak kembali ke rumah pluto. “Iya dek, makasih ya udah mau tinggal disini, adek kelihatan anak yang baik, jadi kami percaya. Kalau begitu besok pagi ibu siapin kamarnya.” Andro pum pamit sekali lagi lalu buru-buru pulang, karna hari semakin gelap.
“Gimana masbro? Udah dapat kosan?” tanya pluto yang menyambut andro kembali. “Udah, lokasinya nggak terlalu jauh dari kampus tempat gw mendaftar.”ucap andro sambil menyiapkan barang-barangnya buat dibawa besok. “Oya, lu dapat di kampus mana?” tambahnya. “Udah dong, kampusnya di daerah Dipatiukur, gw juga nge kost di dekat situ.” Sudah agak larut malam, setelah belajar merekapun tidur. Andro tidur di ruang tv, karna udah kebiasaan. Katanya enak, dingin-dingin sejuk gitu...
Pagi hari, andro mulai mengemasi barang-barang bawaannya dan kemudian pergi ke kosan barunya itu. Suasana disana tenang dan bersih sehingga andro hanya merapikan barang-barangnya di kamar barunya. Setelah itu andro ke rumah pluto lagi, ingin belajar bersama sambil main game Pro Evolution Soccer kesukaan mereka.
Esoknya, sehabis mandi mereka sarapan dengan menu yang dibelikan bapaknya pluto. Hari itu adalah hari ujian saringan masuk universitas, hari yang ditunggu andro dan pluto dengan antusias. “Udah jam 7.00 nih, berangkat yok..” Andro yang sudah selesai makan memecah kesunyian. “Keeemooon... good luck ya sahabatku..” jawab pluto, yang punya kepribadian ‘nyantai’ itu.

Part 4 :
~Beberapa minggu kemudian...
Ujian saringan masuk telah berlalu, andro dan pluto telah berhasil masuk di universitas impian mereka masing-masing. Hari-hari kuliah kini dijalani oleh kedua sahabat yang terpisah jarak itu.
Suatu hari ketika andro pulang kuliah, untuk pertama kalinya ia disapa oleh warga komplek tempat andro nge kos. Ia pun agak sungkan menjawab sapaan itu karna belum terbiasa.
Malam itu, andro sangat lelah dan ingin segera tidur karna jadwal kuliah hari itu sangat padat. ‘’’Tok-tok-tok...’’’ terdengar pintu kamarnya diketuk seseorang diluar yang ternyata ibu pemilik rumah yang memberikan nasi dan lauk untuk makan malam andro. “Ini dek, makan dulu ya, biar kenyang dulu baru tidur..” ucap ibu itu yang langsung menaruh makanan di meja belajar kamar andro. Memang kamar andro dilengkapi kasur, lemari,dan meja belajar oleh pemilik rumah. “iya bu, makasih dah repot-repot bawain makanan..” jawab andro yang lagi-lagi menggaruk kepalanya.
Sehabis makan, andro belajar sebentar dan kemudian mengunci pintu kamar dan tidur. Tepat pukul 02.00 tengah malam, andro yang terlelap merasakan udara yang sangat dingin. Ia pun membuka matanya dan betapa kagetnya ia ketika melihat pintu kamarnya terbuka lebar, dan kemudian perlahan pintu itu menutup dengan sendirinya. Andro tak bisa bergerak dan tak bisa berteriak, matanya terus terbuka melotot kearah pintu itu menyaksikan kejadian yang sangat aneh.
Beberapa detik setelah itu barulah andro bisa bergerak dan ia langsung mengecek pintu kamarnya. Ia terpaku melihat pintunya masih terkunci dengan baik, keringat dingin mulai menetes, andro hanya berdiri terdiam beberapa saat. Malam itu ia tidak bisa tidur hingga pagi menjelang. Andro berangkat kuliah dengan perasaan agak cemas, ia belum berani menceritakan kejadian itu kepada siapapun.
Jam mata kuliah astronomi telah selesai hari itu. Sebelum pulang, andro dan teman-teman sekelasnya menuju parkiran sebuah toko baju, mereka nongkrong sambil makan disana. Andro yang kala itu melamun tiba tiba melihat sambaran api sangat besar dan sangat panas. Ia lagi-lagi tersentak dan keringat dingin membasahi wajahnya.
“Kamu kenapa andro? Sakit?” tanya seorang cewek berparas manis teman sekelas andro. “Ah nggak papa kok, saya sedikit kepanasan.hehehe...” andro gelagapan. Selepas bersantai, merekapun bubar, kekosan masing-masing.
Sesampainya andro di kosannya, seperti biasa ia menyapa ibu dan nenek pemilik kosan dan naik tangga menuju kamarnya. ‘’’Tok-tok-tok...’’’ terdengar lagi ketukan pintu kamar. Ibu kos memberi kue kering se toples ukuran sedang, untuk camilan biar semangat belajar, katanya. Andro semakin betah karena pemilik kos yang sangat baik padanya, ia mengurungkan niatnya menceritakan kejadian aneh malam itu kepada ibu kos.
Tahun ajaran baru dibuka, andro sudah semester 6 sekarang. Tugas-tugas kuliah semakin padat dan andro semakin sibuk. Ia sampai lupa menghubungi keluarganya dirumah dan sahabatnya pluto yang kabarnya entah bagaimana. Berbagai kejadian aneh terus dialami andro di kosannya seperti kasur yang terasa keras seperti lantai, sering terdengar percikan air dikamarnya, dan suasana sangat hening seperti tak ada orang satupun disana.
“Sabar andro, ini Cuma perasaan buruk, bukan apa-apa...” ucapnya dalam hati sambil mengelus dadanya. Ia merasa semakin cemas, dan mulai terfikirkan untuk segera menanyakan kejadian-kejadian tersebut kepada ibu kos.
Bersambung...

Part 5 :
Hari minggu pagi yang cerah dan segar, tak terasa oleh andro yang terus merasa gelisah dan penuh cemas. Semakin lama rasa itu semakin kuat, pensil yang dipegangnya kian erat dan patah.
Andro sudah tidak tahan lagi, ia turun menuju lantai satu dan menemui ibu kos dengan nafas terengap-engap.
“Ada apa dek? Kamu kelihatan pucat sekali..” tanya ibu kos keheranan. “A.. an.. anu bu, saya mau mengobrol sama ibu, mau nanya tentang kejadian dikamar saya.” Jawabnya terbata-bata. Ibu kos terdiam dan terlihat merasa bersalah saat itu. Kemudian nenek keluar dari kamarnya menggunakan kursi roda dan berkata “Sini nak, kita bicarakan bersama.”
Hari sudah siang, namun suasana semakin hening di rumah itu. “Ma.. maaf bu, saya tidak bermaksud lancang, saya hanya penasaran ingin tau apa yang terjadi selama ini.” Andro memulai pembicaraan yang sudah sejak awal kejadian ditunggunya.
“Ibu tidak tau harus mulai dari mana, tapi semua berawal dari 4 tahun lalu, tepat setahun sbelum nak andro tinggal disini. Saat itu sore hari, ibu sedang duduk di kursi teras, dan anak ibu sedang menyiapkan air hangat untuk memandikan ibu. Dan sore itu cuaca sangat mendung, tak seperti biasanya langit sangat gelap. Ketika ibu hendak masuk kedalam rumah, tiba-tiba petir menyambar sangat keras dan turun hujan sangat lebat. Petir dan suara gelegar terus datang didesa ini saat itu, dan...... keb... Haaaa... Huaaaa...” Belum selesai bercerita, nenek tiba-tiba menangis keras. “Udah udah mah, jangan nangis lagi..” ibu kos mengelap air mata nenek dan berusaha menenangkannya. “Maaf ya dek, nenek memang sering menangis keras tiap kali ingat cerita itu.”
“Nggak papa bu, saya yang harus minta maaf, karna saya, nenek jadi ingat lagi kejadian itu..” ia langsung menuju kamarnya lagi, merasa bersalah namun rasa cemas dan penasaran terus menghantuinya.
“Kali ini saya harus menyelesaikan misteri ini !!!”
Bersambung...
Stay tuned for part 6  ^_^

Part 6 :
Malam itu ia langsung memeriksa tiap sisi dan sudut kamarnya secara detail. “Ah, ketemu juga satu petunjuk!!” ujarnya yang mulai bersemangat ketika menemukan tulisan pulpen di pintu ‘’’13-Mei-2008’’’. “Apa??? Ini kan tanggal 12 Mei 2012!!!” Ia mulai semakin takut namun tidak mau meninggalkan kamarnya sampai semua misteri terpecahkan.
Jam demi jam berlalu, andro menemukan lagi keganjilan dikamarnya. Disudut kamar terdapat pipa air yang berkarat  dan bocor. Kecurigaannya semakin menjadi-jadi, ia pun merobek karpet yang menempel dilantai kamarnya, ia terduduk lemas dan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya karena melihat lantai kayu yang terlihat sudah lama terbakar.
~ Tepat pukul 00.00
“Astaga!!! Tempat apa ini sebenarnya!!!
Ia mendengar suara petir menyambar dan hujan turun sangat lebat. “AAAAAAAAAAAAAaaaaarrrgghhhhhhhh.............” ia berteriak sekeres-kerasnya. Ketakutan menyelimuti dirinya di malam itu.
Pagi hari terlihat sangat suram dan gelap baginya, ia hanya duduk dengan wajah pucat di dalam kamar yang dikuncinya. Berhari-hari, bahkan sudah satu bulan ia tak keluar kamar.
Hingga akhir semester 6, andro tak pernah lagi kekampus. Uang bulanan yang dikirim keluarganya pun tak pernah diambil lagi. Keluarga dan teman-teman kuliah andro sangat menghawatirkannya, namun telepon maupun sms tak pernah direspon olehnya.
Liburan semester menjelang. Sang sahabat baik, pluto sangat rindu padanya dan ingin berkunjung ke kosannya. Pluto pun memutuskan untuk menghubungi andro.
Bersambung...

Part 7 (Final) :
“Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuulaaliiit... Tuuulaaliiit...” sudah dua kali pluto menelpon tapi belum juga diangkat andro. “Tumben, biasanya langsung diangkat.. coba lagi deh, siapa tw kali ini berhasil..” gumamnya.
“(Tuuut... Tuuut...) Ha, haloo..?”
“Hey masbro, apa kabar? Kangen nih dah lama tak jumpa..”
Andro : “Kamu siapa???”
Pluto : (mendengar suara gemetar) ”Ini pluto, masa lupa sih dengan sahabatmu ini?
             Lu kenapa?? Suaramu kayak orang menggigil..”
Andro : “Pluto?? Siapa???” “AAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaarrrghhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!”
(tuut tuut tuut tuut tuut........) Telepon tertutup.
“Waduh gimana nih, sahabatku dalam bahaya!! Aduuuh mana gw nggak tau alamat kosannya lagi.. sialan!!!!” ujar pluto kesal.
Sementara itu, keadaan andro semakin parah dikamarnya. Ia terus menangis dengan muka pucat sambil duduk dan menjambak rambutnya. Tiba-tiba ia melihat sekitar kamarnya kosong melompong tak ada satupun yang ada disitu. Suasana berubah menjadi rumah tua yang telah lama terbakar, tak ada atap dan pintu.
Ia pun berlari kelantai satu mencari ibu kos dan nenek, tapi tak ada siapapun disana, hanya puing-puing berserakan bekas kebakaran.
“Haaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!” ia berlari keluar rumah tua itu mencari pertolongan. Namun disekitarnya pula hanya  bekas rumah yang hampir rata dengan tanah. Ia lalu seolah melihat kejadian yang pernah diceritakan oleh nenek itu. Sebuah bencana petir yang melanda satu desa hingga hangus terbakar dan menewaskan ratusan warga disana. Ia menangis, memegang erat kepalanya sambil berjalan tertatih.
“Lalu, dengan siapa aku berbicara selama ini? Siapa yang aku sapa selama ini? Apa yang aku lakukan disini??? Aku ini siapa???” pertanyaan itu terus terlintas sepanjang perjalanannya. Ia menangis dan tertawa disaat yang bersamaan, dan kemudian jatuh pingsan.
Andro terbangun, melihat suasana berbeda. Banyak orang memakai baju seragam didampingi dokter. Kemudian ia melihat sekumpulan orang dihadapannya.
“Aku yang mengantarmu kesini. Aku pluto, sahabatmu... sahabat baikmu...” pluto menangis, sedih melihat andro menjadi seperti itu. Ia pun keluar ruang pasien karena tak bisa menahan tangis.
“Nak, aku ayahmu, ini ibumu dan kakakmu” ucap ayah andro sambil  menunjuk kedua orang disampingnya. “kalau ibu tau hal ini akan terjadi padamu nak, ibu pasti akan menahanmu di bandara waktu itu, kita pulang dan hidup bersama...”
“Ib.. bu... Ibu... Ibu...” ucapan itu terdengar pelan dari mulut andro tanpa ekspresi. Tangisan ibu langsung terpecah memenuhi ruang pasien. Ayah dan kakaknya pun tak sanggup lagi menahan tangis mereka. “Androo...!!!” ucap ibu sambil memeluk dan mencium anaknya itu.
Atas keputusan pihak rumah sakit jiwa, andro disarankan menetap di rumah sakit agar mencegah reaksi berbahaya dari sang pasien. Ayah dan ibu hanya bisa pasrah dan menyetujui keputusan itu dan merekapun pulang meninggalkan andro.
~~~TAMAT~~~

Tugas Manajemen Kinerja



ANALISIS MANAJEMEN KINERJA
TERHADAP STRATEGI ORGANISASI (STUDI KASUS)


Tugas


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Human Resources Management Dalam Menempuh Jenjang Strata Dua Magister Manajemen Universitas Komputer Indonesia


Oleh:
AGIL ICHSAN │ 6110111011
AKHMAD RAMANDA │ 6110111013
MELANI KARLINA │ 6110111020
MUHAMMAD IFFAN │ 6110111021
NURJANAH │ 6110111022
MM - 1




MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2012



Manajemen Kinerja
A. Pengertian Manajemen Kinerja
Kata Manajemen Kinerja merupakan penggabungan dari kata manajemen dan kinerja. Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur. Menurut George R Terry dalam bukunya Principles of Management, Manajemen merupakan suatu proses yang menggunakan metode ilmu dan seni untuk menerapkan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok manusia yang dilengkapi dengan sumber daya/faktor produksi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu, secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut John R Schermerhorn Jr dalam bukunya Management, manajemen adalah proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terhadap penggunaan sumber daya yang dimiliki, baik manusia dan material untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa definisi manajemen yang diberikan oleh para ahli, dapat disimpulkan manajemen mencakup tiga aspek, yaitu:
a. Pertama: Manajemen sebagai proses,
b. Kedua: Adanya tujuan yang telah ditetapkan,
c. Ketiga: Mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Kata kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja yang padanannya dalam bahasa Inggris adalah performance, yang sering diindonesiakan menjadi kata performa. (Wirawan, 2009). Pengertian Kinerja menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut: (Veithzal Rivai dan Ahmad Fawzi, 2005)
1.        Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta (Stolovitch and Keeps, 1992)
2.        Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja (Griffin, 1987)
3.        Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang harus memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan ketrampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya (Hersey and Blanchard, 1993)
4.        Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik (Donelly, Gibson and Ivancevich, 1994)
5.        Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun perusahaan (Schermerhorn, Hunt and Osborn, 1991)
6.        Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan (Ability=A), motivasi (motivation=M) dan kesempatan (Opportunity=O) atau Kinerja = ƒ(A x M x O); artinya: kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi dan kesempatan (Robbins,1996).

Dengan demikian, kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan.
Dari kedua kata manajemen dan kinerja, jika digabungkan menjadi satu kata baru yaitu Manajemen Kinerja (Performance Management). Beberapa definisi diungkapkan oleh para ahli sebagai berikut: (Wibowo, 2007)
1.        Manejemen kinerja sebagai proses komunikasi yang dilakukan secara terus menerus dalam kemitraan antara karyawan dengan atasan langsungnya. Proses komunikasi ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan dilakukan (Bacal, 1994).
2.        Manajemen kinerja sebagai sarana untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari organisasi, tim dan individu dengan cara memahami dan mengelola kinerja dalam suatu kerangka tujuan, standar, dan persyaratan-persyaratan atribut yang disepakati (Armstrong, 2004).
3.        Manajemen kinerja merupakan gaya manajemen yang dasarnya adalah komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan yang menyangkut penetapan tujuan, memberikan umpan balik baik dari manajer kepada karyawan maupun sebaliknya (Schwartz, 1999)
4.        Manajemen kinerja merupakan dasar dan kekuatan pendiring yang berada di belakang semua keputusan organisasi, usaha kerja dan alokasi sumberdaya (Costello, 1994)

Dengan memperhatikan pendapat para ahli, maka dapat dirumuskan bahwa pada dasarnya manajemen kinerja merupakan gaya manajemen dalam mengelola sumberdaya yang berorientasi pada kinerja yang melakukan proses komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan dengan menciptakan visi bersama dan pendekatan strategis serta terpadu sebagai kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan organisasi.

B. Tujuan Manajemen Kinerja
Tujuan manajemen kinerja adalah untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong karyawan agar bekerja dengan penuh semangat, efektif, efisien, dan produktif serta sesuai dengan proses kerja yang benar sehingga diperoleh hasil kerja yang optimal
Alasan dibutuhkannya manajemen kinerja antara lain:
1.        Setiap karyawan ingin memiliki penghasilan yang tinggi,
2.        Setiap karyawan ingiin memiliki keahlian sesuai bidangnya,
3.        Setiap karyawan ingin berkembang karirnya,
4.        Kewajiban bagi pimpinan untuk meningkatkan penghasilan karyawan,
5.        Kewajiban bagi pimpinan untuk meningkatkan kinerja karyawan,
6.        Setiap karyawan ingin mendapatkan perlakuan adil atas hasil kerjanya,
7.        Bagi yang berprestasi berhak memperoleh penghargaan dan bagi yang melanggar aturan wajib diberi sangsi,
8.        Setiap institusi ingin bekerja secara efektif, efisien, dan produktif,
9.        Berakibat positif atau negatif tergantung dari kebijakan institusinya, positif bila institusi memiliki niat untuk mengembangkan SDM dan negatif bila institusi tidak memiliki niat mengembangkan SDM.
Masalah mengenai manajemen kinerja antara lain:
1.        Mutu karyawan masih rendah, dilihat dari kemampuan yang dimiliki sebagai akibat dari rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya kesempatan mengikuti pelatihan, dan rendahnya etos kerja,
2.        Mutu produk/pelayanan/hasil kerja masih rendah.

C. Mengapa Manajemen Kinerja Diperlukan?
Suatu organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan organisasi menunjukkan hasil kerja/prestasi organsisasi dan menunjukkan kinerja organisasi. Hasil kerja organisasi diperoleh dari serangkaian aktivitas yang dijalankan. Aktivitas tersebut dapat berupa pengelolaan sumberdaya organisasi maupun proses pelaksanaan kerja yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.  Untuk menjamin agar aktivitas tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan, diperlukan upaya manajemen dalam pelaksanaan aktivitasnya.
Dengan demikian, hakikat manajemen kinerja adalah bagaimana mengelola seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen kinerja bukannya memberi manfaat kepada organisasi saja tetapi juga kepada manajer dan individu. Bagi organisasi, manfaat manajemen kinerja adalah menyesuaikan tujuan organisasi dengan tujuan tim dan individu, memperbaiki kinerja , memotivasi pekerja, meningkatkan komitmen, mendukung nilai-nilai inti, memperbaiki proses pelatihan dan pengembangan, meningkatkan dasar ketrampilan, mengusahakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, mengusahakan basis perencanaan  karier, membantu menahan pekerja terampil agar tidak pindah, mendukung inisiatif kualitas total dan pelayanan pelanggan, mendukung program perubahan budaya.
Bagi manajer, manfaat manajemen kinerja antara lain mengupayakan klarifikasi kinerja dan harapan perilaku, menawarkan peluang menggunakan waktu secara berkualitas, memperbaiki kinerja tim dan individual, mengusahakan penghargaan nonfinansial pada staf, membantu karyawan yang kinerjanya rendah, digunakan untuk mengembangkan individu, mendukung kepemimpinan, proses motivasi dan pengembangan tim, mengusahakan kerangka kerja untuk meninjau ulang kinerja dan tingkat kompensasi.
Bagi individu, manfaat manajemen kinerja antara lain dalam bentuk memperjelas peran dan tujuan, mendorong dan mendukung untuk tampil baik, membantu pengembangan kemampuan dan kinerja, peluang menggunakan waktu secara berkualitas, dasar objektivitas dan kejujuran untuk mengukur kinerja, dan memformulasi tujuan dan rencana perbaikan cara bekerja dikelola dan dijalankan.
Menurut Costello (1994) manajemen kinerja mendukung tujuan menyeluruh organisasi dengan mengaitkan pekerjaan dari setiap pekerja dan manajer pada misi keseluruhan dari unit kerjanya. Seberapa baik kita mengelola kinerja bawahan akan secara langsung mempengaruhi tidak saja  kinerja masing-masing pekerja secara individu dan unit kerjanya, tetapi juga kinerja seluruh organisasi.
Apabila pekerja telah memahami tentang apa yang diharapkan dari mereka dan mendapat dukungan yang diperlukan untuk memberikan kontribusi pada organisasi secara efisien dan produktif, pemahaman akan tujuan, harga diri, dan motivasinya akan meningkat.  Dengan demikian, manajemen kinerja memerlukan kerja sama, saling pengertian dan komunikasi secara terbuka antara atasan dan bawahan.

D. Prinsip Dasar
Terdapat 10 prinsip dasar manajemen kinerja yang dapat menjadi pondasi yang kuat bagi kinerja organisasi, antara lain:
1.        Menghargai Kejujuran
2.        Memberikan Pelayanan
3.        Tanggung jawab
4.        Dirasakan seperti bermain
5.        Adanya perasaan kasihan
6.        Adanya perumusan tujuan
7.        Terdapat konsensus dan kerja sama
8.        Sifatnya berkelanjutan
9.        Terjadi  komunikasi dua arah
10.    Mendapatkan umpan balik

E. Proses Manajemen Kinerja
1. Masukan
Manajemen kinerja membutuhkan berbagai masukan yang harus dikelola agar dapat saling bersinergi dalam mencapai tujuan organisasi. Masukan tersebut berupa sumberdaya manusia (SDM), modal, material, peralatan, dan teknologi serta metode dan mekanisme kerja. Manajemen Kinerja memerlukan masukan berupa tersedianya kapabilitas SDM, baik sebaga perorangan maupun tim. Kapabilitas SDM diwujudkan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan kompetensi. SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses kinerja maupun hasil kerja. Sedangkan kompetensi diperlukan agar SDM mempunyai kemampuan yang  sesuai dengan kebutuhan organisasi sehingga dapat memberikan kinerja terbaiknya.

2. Proses
Manajemen kinerja diawali dengan perencanaan tentang bagaimana merencanakan tujuan yang diharapkan di masa yang akan datang, dan menyusun  semua sumberdaya dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan rencana dimonitoring dan diukur kemajuannya dalam mencapai tujuan. Penilaian dan peninjauan kembali dilakukan untuk mengoreksi dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan bila terdapat deviasi terhadap rencana. Manajemen kinerja menjalin terjadinya saling menghargai kepentingan diantara pihak-pihak yang terlibat dalam proses kinerja. Prosedur dalam manajemen kinerja dijalankan secara jujur untuk membatasi  dampak meerugikan pada individu. Proses manajemen kinerja dijalankan secara transparan terutama terhadap orang yang terpengaruh oleh keputusan yang timbul dan orang mendapatkan kesempatan melalui dasar dibuatnya suatu keputusan.

3. Keluaran
Keluaran merupakan hasil langsung dari kinerja organisasi, baik dalam bentuk barang maupun jasa. Hasil kerja yang dicapai organisasi harus dibandingkan dengan tujuan yang diharapkan. Keluaran dapat lebih besar atau lebih rendah dari tujuan yang telah ditetapkan. Bila terdapat deviasi akan menjadi umpan balik dalam perencanaan tujuan yang akan datang dan impelementasi kinerja yang sudah dilakukan.

4. Manfaat
Selain memperhatikan keluaran, manajemen kinerja juga memperhatikan manfaat dari hasil kerja. Dampak hasil kerja dapat bersifat positif bagi organisasi, misalnya karena keberhasilan seseorang mewujudkan prestasinya berdampak meningkatkan motivasi sehingga semakin meningkatkan kinerja organisasi. Tetapi dampak keberhasilan sesorang dapat bersifat negatif, jika karena keberhasilannya ia menjadi sombong yang akan membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif.

F. Model Manajemen Kinerja
1. Model Deming
Manajemen kinerja Deming menggambarkan keseluruhan proses manajemen kinerja. Jika terdapat ketidaksesuaian dalam kinerja, maka perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai pada waktunya. Bila hal itu tidak memungkinkan, langkah yang dapat diambil adalah dengan melakukan penyesuaian kembali terhadap rencana dan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Demikian seterusnya proses kinerja akan berulang kembali melalui tahapan-tahapan tersebut di atas. Model proses kinerja Deming dinamakan Siklus.

Gambar Siklus Manajemen Kinerja Deming

2. Model Torrington Dan Hall
Torrington dan Hall menggambarkan proses manajemen kinerja dengan merumuskan terlebih dahulu harapan terhadap kinerja atau hasil yang diharapkan dari suatu kinerja. Kemudian, ditentukan dukungan yang diberikan terhadap kinerja untuk mencapai tujuan. Sementara pelaksanaan kinerja berlangsung dilakukan peninjauan kembali (review) dan penilaian kinerja. Langkah selanjutnya melakukan pengelolaan terhadap standar kinerja. Strandar kinerja harus dijaga agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai. Proses manajemen kinerja Torrington dan Hall dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

3. Model Costello
Siklus dimulai dengan melakukan persiapan perencanaan sehingga dapat dibuat suatu rencana dalam bentuk rencana kinerja dan pengembangan. Untuk meningkatkan kinerja, diberikan coaching pada SDM dan dilakukan pengukuran kemajuan kinerja. Peninjauan kembali selalu dilakukan terhadap kemajuan pekerjaan dan bila diperlukan dilakukan perubahan rencana.  Coaching dan review dilakukan secara berkala dan akhir tahun dilakukan penilaian kinerja tahunan dan dipergunakan untuk meninjau kembali pengembangan. Akhirnya, hasil penilaian tersebut digunakan untuk mempertimbangkan  penggajian dan menjadi umpan balik untuk rencana tahun berikutnya.

4. Model Armstrong Dan Baron
Proses manajemen kinerja dilihat sebagai suatu rangkaian aktivitas yang dilakukan secara berurutan agar dapat mencapai hasil yang diharapkan. Urutan manajemen kinerja oleh Armstrong dan Baron digambarkan sebagai berikut:
a.         Misi Organisasi dan Tujuan Strategis; merupakan titik awal proses manajemen kinerja. Misi dan tujuan strategis dijadikan acuan bagi tingkatan manajemen di bawahnya. Perumusan misi dan tujuan strategis organisasi ditujukan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan selanjutnya harus sejalan dengan tujuan tersebut dan diharapkan dapat memberikan kontribusi pada prestasi.
b.        Rencana dan Tujuan Bisnis dan Departemen; merupakan penjabaran dari misi organisasi dan tujuan strategis. Pada kasus tertentu rencana dan tujuan bisnis ditetapkan lebih dahualu, kemudian dijabarkan dan dibebankan pada departemen yang mendukungnya. Sebaliknya, dapat juga terjadi bahwa kemampuan departemen menjadi faktor pembatas dalam menentapkan rencana dan tujuan bisnis. Bila hal ini terjadi, tujuan departemen ditentukan lebih dahulu.
c.         Kesepakatan Kinerja  (Performance Contract/Kontrak Kinerja) dan Pengembangan; merupakan kesepakatan yang dicapai antara individu dengan manajernya tentang sasaran dan akuntabilitasnya, biasanya dicapai pada rapat formal. Proses kesepakatan kinerja menjadi mudah jika kedua pihak menyiapkan pertemuan dengan mengkaji ulang progres terhadap sasaran yang disetujui. Kontrak kinerja merupakan dasar untuk mempertimbangkan rencana yang harus dibuat untuk memperbaiki kinerja. Kontrak kinerja juga menjadi dasar dalam melakukan penilaian terhadap kinerja bawahan.
d.        Rencana Kinerja dan Pengembangan; merupakan eksplorasi bersama tentang apa yang perlu dilakukan dan diketahui individu untuk memperbaiki kinerja dan mengembangkan ketrampilan dan kompetensinya dan bagaimana manajer dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan.
e.         Tindakan Kerja dan Pengembangan; manajemen kinerja membantu orang untuk siap bertindak sehingga mereka dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan.
f.         Monitoring dan Umpan Balik berkelanjutan; konsep terpenting dan sering berulang adalah proses mengelola dan mengembangkan standar kinerja. Dalama hal ini dibutuhkan sikap keterbukaan, kejujuran, bersifat positif dan terjadinya komunikasi dua arah antara supervisor dan pekerja sepanjang tahun.
g.        Review Formal dan Umpan Balik; dalam melakukan review, pimpinan memberi kesempatan kepada bawahan untuk memberi komentar tentang kepemimpinan. Review mencakup tentang: pencapaian sasaran, tingkat kompetensi yang dicapai, kontribusi terhadap nilai-nilai utama, pencapaian pelaksanaan rencana, pengembangan pribadi, pertimbangan tentang masa depan, perasaan dan aspirasi tentang pekerjaan, dan komentar terhadap dukungan manajer. Hasil review menjadi umpan balik bagi kontrak kinerja.
h.        Penilaian Kinerja Menyeluruh; penilaian dilakukan dengan melihat hasil atau prestasi kerja. Tingkatan penilaian dapat bervariasi tergantung pada jenis  organisasi dan pekerjaan yang dilakukan.

G. Kaidah-kaidah Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja yang baik untuk menuju organisasi berkinerja tinggi, harus mengikuti kaidah-kaidah berikut ini:
1.        Terdapat suatu indikator kinerja (key performance indicator) yang terukur secara kuantitatif, serta jelas batas waktu untuk mencapainya. Tentu saja ukuran ini harus menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi tersebut. Jika pada organisasi bisnis atau komersial, maka indikator kinerjanya adalah berbagai aspek finansial seperti laba, pertumbuhan penjualan, lalu indikator pemasaran seperti jumlah pelanggan, dan sebagainya. Pada organisasi pemerintahan maka ukuran kinerja tentu berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat (akuntabilitas eksternal atau publik). Semuanya harus terukur secara kuantitatif dan dimengerti oleh berbagai pihak yang terkait, sehingga nanti pada saat evaluasi kita bisa mengetahui, apakah kinerja sudah mencapai target atau belum. Michael Porter, seorang profesor dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa kita tidak bisa memanajemeni sesuatu yang tidak dapat kita ukur. Jadi, ukuran kuantitatif itu penting. Organisasi yang tidak memiliki indikator kinerja , biasanya tidak bisa diharapkan mampu mencapai kinerja yang memuaskan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).
2.        Semua ukuran kinerja tersebut biasanya dituangkan ke dalam suatu bentuk kesepakatan antara atasan dan bawahan yang sering disebut sebagai kontrak kinerja (performance contract). Dengan adanya kontrak kinerja, maka atasan bisa menilai apakah si bawahan sudah mencapai kinerja yang diinginkan atau belum. Kontrak kinerja ini berisikan suatu kesepakatan antara atasan dan bawahan mengenai indikator kinerja yang ingin dicapai, baik sasaran pancapaiannya maupun jangka waktu pencapaiannya. Ada dua hal yang perlu dicantumkan dalam kontrak kinerja yaitu sasaran akhir yang ingin dicapai (lag) serta program kerja untuk mencapainya (lead). Mengapa keduanya dicantumkan? Supaya pada saat evaluasi nanti berbagai pihak bisa bersikap fair, tidak melihat hasil akhir semata, melainkan juga proses kerjanya. Adakalanya seorang bawahan belum mencapai semua hasil akhir yang ditargetkan, tetapi dia sudah melaksanakan semua program kerja yang sudah digariskan. Tentu saja atasan tetap harus memberikan reward untuk dedikasinya, walaupun sasaran akhir belum tercapai. Ini juga bisa menjadi basis untuk perbaikan di masa yang akan datang (continuous improvements).
3.        Terdapat suatu proses siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi untuk dikerjakan bersama, yaitu (1) perencanaan kinerja berupa penetapan indikator kinerja, lengkap dengan berbagai strategi dan program kerja yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang diinginkan, lalu (2) pelaksanaan, di mana organisasi bergerak sesuai dengan rencana yang telah dibuat, jika ada perubahan akibat adanya perkembangan baru, maka lakukanlah perubahan tersebut, dan terakhir (3) evaluasi kinerja, yaitu menganalisis apakah realisasi kinerja sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan dulu ? Semuanya harus serba kuantitatif.
4.        Adanya suatu sistem reward dan punishment yang bersifat konstruktif dan konsisten dijalankan. Konsep reward ini tidak melulu bersifat finansial, melainkan juga dalam bentuk lain, seperti promosi, kesempatan pendidikan, dan sebagainya. Reward dan punishment diberikan setelah melihat hasil realisasi kinerja, apakah sesuai dengan indikator kinerja yang telah direncanakan atau belum. Tentu saja ada suatu performance appraisal atau penilaian kinerja terlebih dahulu sebelum reward dan punishment diberikan. Hati-hati dengan pemberian punishment, karena dalam banyak hal, pembinaan jauh lebih bermanfaat.
5.        Terdapat suatu mekanisme performance appraisal atau penilaian kinerja yang relatif obyektif, yaitu dengan melibatkan berbagai pihak. Konsep yang sangat terkenal adalah penilaian 360 derajat, di mana penilaian kinerja dilakukan oleh atasan, rekan kerja, pengguna jasa, serta bawahan. Pada prinsipnya manusia itu berpikir secara subyektif, tetapi berpikir bersama mampu mengubah sikap subyektif itu menjadi sangat mendekati obyektif. Dengan demikian, ternyata berpikir bersama jauh lebih obyektif daripada berpikir sendiri-sendiri. Ini adalah semangat yang ingin dibawa oleh konsep penilaian 360 derajat. Walaupun banyak kritik yang diberikan terhadap konsep ini, tetapi cukup banyak yang menggunakannya di berbagai organisasi. Tetapi dalam penerapannya mesti hati-hati, karena aspek kematangan organisasi (organization maturity) sangat berpengaruh di sini.
6.        Terdapat suatu gaya kepemimpinan (leadership style) yang mengarah kepada pembentukan organisasi berkinerja tinggi. Inti dari kepemimpinan seperti ini adalah adanya suatu proses coaching, counseling, dan empowerment kepada para bawahan atau sumber daya manusia di dalam organisasi. Satu aspek lain yang sangat penting dalam gaya kepemimpinan adalah, sikap followership, atau menjadi pengikut. Bayangkan jika semua orang menjadi komandan di dalam organisasi, lantas siapakah yang menjadi pelaksana ? Bukannya kinerja tinggi yang muncul, melainkan kekacauan di dalam organsiasi (chaos). Sejatinya, pada kondisi tertentu seseorang harus memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi pada situasi yang lain, dia juga harus memahami bahwa dia juga merupakan bagian dari sebuah sistem organisasi yang lebih besar, yang harus dia ikuti.
7.        Menerapkan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi. Umumnya organisasi berkinerja tinggi memiliki kamus kompetensi dan menerapkan kompetensi tersebut kepada hal-hal penting, seperti manajemen kinerja , rekruitmen dan seleksi, pendidikan dan pengembangan, dan promosi. Seperti yang diuraikan pada awal makalah ini, kompetensi tersebut setidaknya mencakup tiga hal, yaitu kompetensi inti organisasi, kompetensi perilaku, serta kompetensi teknikal yang spesifik terhadap pekerjaan. Jika kompetensi ini sudah dibakukan di dalam organisasi, maka kegiatan manajemen SDM akan menjadi lebih transparan, dan pimpinan organisasi juga dengan mudah mengetahui kompetensi apa saja yang perlu diperbaiki untuk membawa organisasi berkinerja tinggi.



Strategi Organisasi Bisnis
A. Pengertian Strategi
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture (David, p.15, 2004).
Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989).
Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
2. Pengertian khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
B. Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1.        Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2.        Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3.        Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4.        Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5.        Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005).

C. Tingkat-tingkat Strategi
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi, keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan functional strategy.

1. Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

2. Corporate Strategy
Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu? Apakah misi utama direktorat jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu seterusnya.
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa fatal. Misalnya, kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap anak didiknya, terhadap pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya. Bagaimana misi itu dijalankan juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan perencanaan
stratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi.

3. Business Strategy
Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.

4. Functional Strategy
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional, yaitu:
a.         Strategi fungsional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
b.        Strategi fungsional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating, decision making, representing, dan integrating.
c.         Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).
Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).

D. Jenis-jenis Strategi
Banyak organisasi menjalankan dua strategi atau lebih secara bersamaan, namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Di perusahaan yang besar dan terdiversifikasi, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika divisi-divisi yang berlainan menjalankan strategi yang berbeda. Juga, organisasi yang berjuang untuk tetap hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif, seperti divestasi, likuidasi, dan rasionalisasi biaya secara bersamaan.

1. Strategi Integrasi
Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan/atau pesaing.

2. Strategi Intensif
Penetrasi pasar, dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategi intensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan.

3. Strategi Diversifikasi
Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi, yaitu diversifikasi konsentrik, horizontal, dan konglomerat. Menambah produk atau jasa baru, namun masih terkait biasanya disebut diversifikasi konsentrik. Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. Menambah produk atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat.

4. Strategi Defensif
Disamping strategi integrative, intensif, dan diversifikasi, organisasi juga dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya, divestasi, atau likuidasi. Rasionalisasi Biaya terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang disebut sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi, rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Selama proses rasionalisasi biaya, perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham, karyawan dan media.
Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar, atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan.
Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan. Namun, barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus menderita kerugian dalam jumlah besar.

5. Strategi Umum Michael Porter
Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum.
Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen. (David, p.231, 2004)